Blog Berita Teknologi Terkini


Berita Terbaru
Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

Telah Hadir Bluetooth Terbaru Versi 4.2


Selamat pagi, siang, malam sobat Alhaquarius. sudah sekian lama saya tidak membuat artikel di blog ini dikarenakan kesibukan di dunia nyata dan dunia sosial media. Namun akhirnya pada hari ini saya mulai lagi untuk membuat artikel untuk para fans dari blog Alhaquarius ini. Cukup sekian saja basa basinya, langsung ke pembahasan judul artikel ini yaitu Bluetooth versi terbaru 4.2. 

Bluetooth terbaru ini menjanjikan kecepatan transfer 2,5 kali lebih cepat dari versi sebelumnya yang telah ada. Tidak hanya itu saja, Bluetooth 4.2 juga meningkatkan keamanan privasi penggunanya dengan mempersulit pelacakan perangkat tanpa izin.

Selain itu, Bluetooth 4.2 kini telah mendukung protokol IPv6 berkat adanya sensor Bluetooth Smart. Ini memungkinkan perangkat Bluetooth dapat mengakses internet secara langsung melalui protokol IPv6 dan router WiFi di sekitarnya. Fitur ini sebenarnya lebih ditujukan untuk perangkat masa depan berbasis Internet of Things (IoT).

Sekian dulu artikel kali ini, untuk lebih jelasnya bisa langsung menuju website resminya di http://www.bluetooth.com/Pages/Press-Releases-Detail.aspx?ItemID=220

Selengkapnya ...

Saturday, March 10, 2012

Apple Resmi Umumkan Kehadiran iPad Generasi Tiga


 Penantian para pencinta gadget keluaran Apple, iPad, akhirnya dapat tersenyum lebar hari ini. Perusahaan raksasa yang didirikan Steve Jobs ini akhirnya secara resmi mengumumkan kehadiran iPad terbaru yang dinamakan The New iPad pada Kamis (8/3) dinihari tadi waktu Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Apple, Tim Cook. Pengumuman ini disampaikan pada peluncuran perdana iPad generasi ketiga tersebut yang berlokasi di San Fransisco, Amerika Serikat. Pada peluncuran tersebut, Apple bahkan langsung mengumbar harga dan jadwal penjualan perdana The New iPad.

Peluncuran iPad generasi ketiga dengan nama The New iPad pun sekaligus mementahkan spekulasi penggunaan nama iPad 3 sebagai nama resmi produk terbaru dari seri Apple iPad tersebut. Meskipun begitu, beberapa spekulasi mengenai spesifikasi detil dari iPad generasi ketiga yang sempat beredar luas di kalangan pengamat dan pencinta gadget tidak sepenuhnya salah. Beberapa spesifikasi yang sempat merebak luas pun akhirnya benar-benar terwujud pada The New iPad.

Seperti dilansir Ubergizmo, The New iPad hadir dengan sejumlah fitur inovatif yang digadang-gadang publik akan menjadi daya tarik utama bagi para calon pembeli. Menghadirkan fitur retina display dengan resolusi tampilan 2048 x 1536 pixel dengan kepadatan 264 pixel per inci, The New iPad menyuguhkan kualitas tampilan ciamik yang mendekati kualitas tampilan majalah apabila dilihat dari jarak 15 inci. Tak hanya itu, Kamera yang dihadirkan pun merupakan kamera beresolusi 5 MP seperti halnya yang digunakan pada iPhone 4S. Resolusi kamera ini lebih rendah dari ekspektasi publik yang memprediksi hadirnya kamera beresolusi 8 MP pada perangkat ini. Meskipun begitu, ekspektasi yang tidak terpenuhi melalui kamera 8 MP dikompensasikan Apple secara elegan dengan kehadiran iSight, kamera belakang yang memiliki kemampuan perekaman video 1080p 30 fps.

Dari segi kinerja pemrosesan, The New iPad dilengkapi dengan Prosesor Apple A5X yang dua inti (dual core) dan pemroses grafis empat inti (quad core), The New iPad pun menjanjikan kecepatan dan kehandalan penggunaan yang fantastis bagi para penggunanya.
Fitur Siri yang disebut-sebut akan disertakan, ternyata tidak dihadirkan pada perangkat iPad generasi ketiga ini. Akan tetapi, konsep teknologi perintah suara layaknya Siri tetap diadopsi The New iPad sehingga memungkinkan pengguna untuk mendikte email dan melakukan perintah suara lainnya. Dari segi jaringan, The New iPad pun telah menyertakan dukungan terhadap teknologi jaringan 4G LTE. Namun, bagi para pengguna Indonesia, keinginan untuk menjajal dukungan jaringan 4G LTE ini harus dikubur terlebih dahulu setidaknya sampai jaringan tersebut tersedia di Indonesia.

Perangkat ini akan tersedia mulai 16 Maret 2012. Untuk sementara The New iPad baru akan tersedia dengan sistem pre-order di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, Hong Kong, Australia, dan Singapura dengan kisaran harga mulai dari 499 dollar AS (16 GB) hingga 699 dollar AS (64 GB). Adapun untuk The New iPad 4G, harga akan mengalami penyesuaian.
Selengkapnya ...

Wednesday, March 7, 2012

Counter Strike Juga Hadir Di Platform iOS


Sebelumnya diberitakan jika permainan yang pernah populer di tahun 2000-an, yaitu Counter Strike hadir pada platform Android. Sekarang pengembang yang sama juga merilis Counter Strike agar dapat berjalan di platform iOS.
Counter Strike pertama kali  dirilis untuk platform PC pada pertengahan tahun 1999. Sejak saat itu, game yang merupakan modifikasi dari permainan Half-Life ini menjadi sangat populer dan menjadi permainan yang sering dimainkan baik ituonline, lokal dengan LAN, atau pada turnamen. Melihat masih banyaknya peminat dari permainan ini maka sekelompok pengembang independen berusaha untuk mengadaptasi agar permainan ini agar dapat berjalan pada perangkat mobile.
Sama seperti dengan Counter Strike untuk platform Android, untuk platform iOS juga akan menggunakan Unity 3D agar dapat memberikan tampilan grafis yang mendekati tampilan pada versi PC. Game ini telah menyediakan dukungan maksimal bagi 600 online player secara real time. Tak hanya itu, dukungan pun akan diberikan dari segi konektifitas terhadap media jejaring sosial seperti facebook. Dan saat ini para pengembang juga masih terus meningkatkan kemampuan dan fitur permainan ini. Semoga untuk rilis selanjutnya sudah dapat mendukung multiplayer dengan LAN antara Android dan iOS.
Namun pemain memerlukan waktu untuk membiasakan kontrol permainan dengan touchscreen yang sebelumnya menggunakan mouse dan keyboard. Sepertinya permainan ini hanya dapat diinstall pada perangkat yang sudah di jailbreak karena tidak tersedia di Apple Store. Walaupun demikian, diharapkan permainan ini dapat membawa kesenangan bermain di PC ke perangkat iOS.
Selengkapnya ...

ASUS Ingin Gandeng Android Dan Windows Phone


Proyek pengembangan Android Jelly Beans dan prediksi pengamat mengenai bangkitnya Windows Phone tampaknya mempengaruhi kebijakan partnership perusahaan IT terkemukan asal Taiwan, Asus. Hal ini ditunjukkan dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang partnership yang akan melibatkan dua platform sekaligus. Ya, Asus berencana akan mengembangkan perangkat yang mendukung platform Android serta perangkat lainnya yang diproyeksikan akan mendukung platform Windows Phone.
Ketertarikan Asus tak lepas dari kedekatan perusahaan tersebut dengan perusahaan produsen sistem operasi Android, Google.  Bahkan Asus berharap kerjasama yang terjalin selama ini dengan perusahaan raksasa tersebut akan memperbesar kesempatan Asus sebagai vendor pertama yang akan memproduksi perangkat berbasis Android Jelly Bean yang kini tengah dalam tahap penyempurnaan. Sebelumnya Asus pun sukses menjadi vendor pertama yang menyertakan dukungan terhadap Android Honeycomb pada perangkatnya.
Tak puas dengan ekspektasi menjadi vendor pertama yang menyertakan dukungan terhadap Jelly Bean, Asus pun tampak terlihat begitu antusias dengan kemungkinan penyertaan dukungan terhadap Windows Phone. Asus pun mengklaim hubungan baik yang terjalin selama ini tidak hanya pada Google tetapi juga perusahaan raksasa lainnya, Microsoft. Terlebih dengan masifnya prediksi pengamat terkait keberadaan Windows Phone yang digadang-gadang sebagai kompetitor serius bagi Android dan iOS semakin menguatkan niat Asus untuk bekerjasama memproduksi perangkat-perangkat yang mendukung platform Windows Phone.
Meskipun begitu, Benson Lin, Global Head Asus Divisi Perangkat Genggam menyatakan belum mengetahui detil waktu peluncuran perangkat berbasis Windows Phone tersebut. Namun, satu yang pasti adalah Asus akan memproduksi perangkat berbasis Windows Phone, seperti yang diungkapkan Lin pada perhelatan MWC 2012 di Barcelona, Spanyol.
Upaya ini semakin menyiratkan keseriusan Asus untuk menggarap pasar perangkat mobiledan menjadi kompetitor serius bagi vendor-vendor yang telah bermain di segmen tersebut terlebih dahulu seperti Samsung, HTC, dan LG. Menarik dinanti apakah kebijakan ‘dua kaki’ yang direncanakan Asus ini akan berjalan mulus sehingga akan menarik simpati segmen pengguna Windows Phone yang kini didominasi oleh Nokia sekaligus simpati segmen pengguna Android yang kini diperebutkan Samsung, HTC, dan LG.
Selengkapnya ...

Monday, March 5, 2012

Mengintip Dominasi Android Di Ajang MWC 2012


Sistem operasi keluaran perusahaan raksasa Google, Android, berhasil mendominasi ajang perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2012 di Barcelona, Spanyol. Betapa tidak, begitu banyak perangkat yang dipamerkan pada ajang tahunan ini menyertakan dukungan terhadap platform Android. Fakta ini pun semakin diperkuat dengan antusiasme publik terhadap seri Android 4.0 atau yang lebih dikenal sebagai Ice Cream Sandwich yang mulai menghiasigadget-gadget mobile yang dipamerkan.
Dominasi ini tentu berimbas kepada pusat perhatian dari perhelatan ini yang menaungi kedua vendor yang memang telah dikenal sebagai penyedia perangkat berbasis Android, LG dan HTC. HTC tampil dengan mengusung HTC One X dan One S yang menyuguhkan Ice Cream Sandwich sebagai platform utama. LG pun seperti tak mau kalah dengan mengusung LG Optimus 3D 2 sebagai andalan meskipun smartphone terbaru LG tersebut masih belum menyertakan dukungan terhadap Ice Cream Sandwich.
Seakan tak mau kalah, ‘sekutu’ utama Google, Samsung, turut serta memamerkan produk terbaru mereka yang merupakan varian terbaru dari seri Galaxy Tab. Tak hanya Samsung, euforia Android pun turut dimeriahkan oleh hadirnya produk-produk baru dari vendor-vendor lain seperti Motorola dan ZTE.
Kesuksesan Android ditengarai tak lepas dari begitu banyaknya aplikasi yang tersedia di toko aplikasi Android Market dengan range implementasi yang luas dari aplikasi-aplikasi tersebut. Jumlah aplikasi sekitar 450.000 aplikasi yang tersedia di Android Market seakan menunjukkan kedigdayaan Android yang terus melampaui pesaing-pesaing terdekatnya seperti iOS keluaran Apple dan Blackberry OS keluaran RIM. Tak heran jumlah pengguna perangkat berbasis Android ini pun terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun hingga diperkirakan telah menyentuh angka 300 juta pengguna di seluruh dunia hingga saat ini.
Meski demikian, Google diprediksi akan tetap siaga penuh demi mengamankan Android yang tengah berada di puncak euforia. Hal ini dibuktikan dengan tidak berpartisipasinya seteru utama mereka, Apple, pada perhelatan MWC tahun ini yang diprediksi tengah menyiapkan peluncuran sensasional produk terbarunya yakni iPad 3. Tak hanya itu, keberadaan Microsoft melalui Windows Phone dan Windows 8 pun tak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun perhatian yang diberikan publik terhadap rilis Windows 8 Consumer Preview  tidak sedominan produk-produk android, ajang ini bisa menjadi semacam uji dan observasi pasar yang dilakukan oleh perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut. So, meskipun dominasi telah dikukuhkan oleh Google melalui Android-nya di ajang perhelatan ini, publik tetap memprediksi pertarungan di segmen mobile sesungguhnya baru akan dimulai. Menarik dinantikan apakah Google melalui Android dapat bertahan dari serangan-serangan selanjutnya yang diperkirakan datang dari agenda rilis Windows 8 Full Version dan iPad 3.
Selengkapnya ...

Sunday, March 4, 2012

Mozilla Berencana Membuat App Store Sendiri


Keberadaan Android Market dan App Store sebagai penguasa toko aplikasi nampaknya akan semakin terdesak. Setelah Microsoft secara resmi mengumumkan akan meluncurkan toko aplikasi Windows Store dalam waktu dekat, kini perusahaan produsen browser Firefox, Mozilla, menyatakan tengah mempersiapkan secara serius toko aplikasi buatan mereka yang disebut dengan Mozilla Marketplace.
Mozilla Marketplace rencananya akan dikenalkan ke publik pada Mobile World Congress (MWC) Show 2012 pada akhir Februari. Meskipun begitu, tidak serta merta toko aplikasi ini akan langsung dirilis ke publik. Mozilla merencanakan Mozilla Marketplace akan merilis secara resmi pada akhir tahun ini.
Mozilla Marketplace akan dibangun dengan teknologi Open Web, mengandalkan fondasi HTML 5 dan Application Programming Interface (API) yang dipersiapkan oleh Mozilla sendiri. Adapun jenis aplikasi yang disertakan di Mozilla Marketplace merupakan aplikasi web yang terdiri dari beragam aplikasi seperti game, media, musik, dan aplikasi lain yang mendukung produktivitas pengguna. Mozilla Marketplace pun akan bertarung secara langsung dengan Android Market dan App Store karena aplikasi-aplikasi yang tersedia pada Mozilla Marketplace juga direncanakan akan berjalan pada PC dan tablet.
Sebenarnya Mozilla sempat merilis versi beta dari Mozilla Marketplace, namun kembali ditutup karena masih memerlukan terlalu banyak pengembangan untuk mengatasi banyaknya kekurangan untuk sebuah versi beta. Mozilla Marketplace pun digadang-gadang akan menjadi bagian dari Mozilla Web Apps Platform.
Adapun aplikasi yang disediakan pada Mozilla Marketplace terdiri dari aplikasi gratis dan berbayar. Untuk mendukung kelancaran pembayaran bagi aplikasi-aplikasi berbayar, Mozilla tengah melakukan negosiasi kerjasama dengan PayPal untuk membangun sistem pembayaran yang efektif dan efisien. Todd Simpsons, Chief of Innovation Mozilla, mengungkapkan bahwa melalui hadirnya Mozilla Marketplace, Mozilla akan memberikan kesempatan bagi web developer untuk bermain di pasar yang paling besar yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya. Melalui toko aplikasinya tersebut, Simpsons mengatakan, Mozilla akan menumbuhkan potensi web menjadi platform untuk mengkreasikan dan mengkonsumsi konten dimanapun.
Selengkapnya ...

Google Kembangkan Android Jelly Bean


Google tampaknya tidak terlalu puas dengan perkembangan yang ditunjukkan oleh versi terbaru dari sistem operasi keluaran perusahaan tersebut, Android Ice Cream Sandwich. Google dikabarkan telah menyiapkan versi terbaru Android untuk menyempurnakan Ice Cream Sandwich yang akan dirilis dengan nama Android 5.0 atau Android Jelly Bean.
Seperti dilansir Softpedia, fakta bahwa pencapaian Ice Cream Sandwich yang berada di bawah estimasi Google akhirnya mendorong perusahaan tersebut untuk mempercepat proses pengembangan Android Jelly Bean. Betapa tidak, di luar dugaan, banyak vendor perangkat mobile yang justru tidak menyertakan dukungan terhadap Ice Cream Sandwich.  Para vendor tersebut pun cenderung memberikan dukungan terhadap tiga versi Android terdahulu yakni Froyo, Gingerbread, dan Honeycomb. Imbasnya terasa pada aplikasi-aplikasi yang beredar di Android market. Para developer cenderung menyediakan dukungan pada kedua versi tersebut pada aplikasinya mengingat kedua versi tersebutlah yang memang merengkuh segmen pengguna terbanyak. Tak heran, Google yang telah menetapkan ekspektasi tinggi terhadap Ice Cream Sandwich mencoba mengantisipasi masalah tersebut dengan mengembangkan Jelly Bean yang disebut-sebut sebagai penyempurnaan dari Ice Cream Sandwich.
Google menargetkan akan segera merilis Jelly Bean pada kuartal kedua tahun 2012. Faktor kemunculan Windows 8 pun ternyata turut mempengaruhi keputusan dipercepatnya rencana rilis Jelly Bean tersebut. Banyak pihak menganggap Jelly Bean sekaligus merupakan counter-strategy yang disiapkan Google untuk mengantisipasi hadirnya Windows 8 yang juga ditengarai akan menjadi pesaing serius dalam pasar sistem operasi mobile.
Beberapa rumor telah beredar terkait dengan fitur-fitur yang akan disertakan pada Jelly Bean. Setidaknya ada dua fitur yang digadang-gadang akan disertakan Google pada versi terbaru dari sistem operasi mobile Android tersebut. Kedua fitur utama tersebut adalah dukungan terhadap integrasi dengan sistem Chrome serta Dual-Boot Windows 8. Apabila kedua fitur ini benar-benar terealisasi maka para pengguna Jelly Bean akan dimanjakan dengan kemudahan transisi penggunaan ke sistem operasi Windows 8 tanpa perlu mematikan perangkat.
Menarik ditunggu apakah rumor-rumor yang beredar akan segera menjadi kenyataan. Akan tetapi, muncul pertanyaan krusial yang dialamatkan pada Google. Akankah kehadiran Jelly Bean akan mampu menyelesaikan persoalan fragmentasi yang menjadi permasalahan utama yang dihadapi Android. Well, we’ll see.
Selengkapnya ...

Steve Wozniak Tentang Android

Steve Wozniak

Steve Jobs boleh saja menaruh kebencian pada Android hingga akhir hayatnya. Akan tetapi, kepopuleran sistem operasi keluaran Google, Android, terus berhasil mencuri perhatian dari para pemerhati dan pengembang sistem operasi mobile. Kepopuleran tersebut bahkan juga berhasil menarik perhatian salah satu kompetitornya yakni salah satu pendiri Apple sekaligus kompatriot Jobs, Steve wozniak. Steve memberi perhatian khusus kepada sistem operasi yang menjadi penantang serius iOS tersebut. Ia memuji perkembangan dan kemajuan progresif yang ditunjukkan oleh Android.
Ia mengungkapkan apabila penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek, Android masih kalah dari produk keluaran perusahaan yang ia dirikan bersama Steve Jobs tersebut yakni iOS. Ia mengaku smartphone utamanya tetap iPhone dan menyukai keindahan perangkat tersebut. Akan tetapi, ia mengaku memiliki harapan bahwa kemampuan yang dimiliki iPhone akan melebihi kemampuan perangkat-perangkat yang mengusung sistem operasi Android. Menurutnya, fitur suara yang ada di Android lebih unggul dibandingkan dengan fitur suara yang didukung pada perangkat iPhone. Ia mengakui fitur suara pada Android lebih responsif dibandingkan dengan Siri yang merupakan fitur suara pada perangkat berbasis iOS seperti iPhone.
Tak hanya fitur suara yang menarik perhatian Wozniak, ia pun mengakui kelebihan fitur navigasi pada Android yang dinilai lebih baik dibandingkan dengan fitur navigasi pada iOS. Hal ini dikarenakan sistem navigasi yang ditawarkan oleh Android yakni berupa built insedangkan navigasi yang umum digunakan oleh perangkat dengan platform lain masih menggunakan GPS biasa.
Meski begitu, Woz, sapaan akrab Wozniak, tetap melontarkan beberapa kritik pada Android. Woz yang menggunakan smartphone Motorola Razr Droid mengungkapkan bahwa penggunaan Android lebih rumit dibandingkan dengan penggunaan iOS pada iPhone. Hal ini tentu akan menyulitkan pengguna Android pemula yang membutuhkan waktu adaptasi lebih lama untuk mendapatkan kenyamanan penggunaan Android.  Ia mengungkapkan dalam hal kemudahan penggunaan (user-friendly), penggunaan perangkat berbasis iOS seperti iPhone tetap berada di atas perangkat berbasis Android. Oleh karena itu, ia tetap merekomendasikan perangkat-perangkat berbasis iOS seperti iPhone bagi para pencinta dan pengguna perangkat mobile.
Selengkapnya ...

Saturday, March 3, 2012

PACPAD, Tablet Android Buatan Pakistan

PACPAD White

Mewabahnya demam penggunaan perangkat tablet di seluruh dunia pun turut mendorong lahirnya berbagai macam perangkat tablet yang diproduksi oleh berbagai vendor. Bahkan dorongan tersebut tak hanya menghampiri vendor-vendor yang dikenal sebagai produsen dari perangkat tablet. Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya PACPAD, perangkat tablet yang diproduksi langsung oleh MIliter Pakistan bekerja sama dengan sebuah perusaaan yang berbasis di Hongkong, INNAVTEK.
Militer Pakistan sebelumnya memang dikenal aktif menjalani berbagai macam bisnis. Akan tetapi, dengan hadirnya PACPAD kali ini, Angkatan Udara Pakistan mulai melebarkan sayap bisnisnya ke ranah teknologi.
Seperti dilansir Associated Press pada Senin (20/12), PACPAD merupakan tablet yang berjalan dengan menggunakan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread dan memiliki display layar sebesar 7 dengan resolusi HD. PAC sendiri merupakan akronim dari Pakistan Aeronautical Complex. Angkatan Udara Pakistan tidak main-main dengan pengembangan PACPAD. Setelah versi pertama disempurnakan, kini Angkatan Udara Pakistan tengah mengembangkan PACPAD generasi kedua yang rencananya akan dilengkapi dengan konektifitas jaringan data telepon seluler. Pada pengembangan PACPAD generasi kedua ini pun Angkatan Udara Pakistan masih menggandeng INNAVTEK sebagai partner. INNAVTEK sendiri telah lama menjalin kerja sama dengan Angkatan Udara Pakistan dengan menyediakan komponen elektronika bagi pesawat-pesawat jet fighter milik Angkatan Udara Pakistan.
Diperkuat dengan prosesor ARM 11 1 GHz, RAM 256 MB, dan bahkan port USB 2.0,  menjadikan perangkat tablet ini buah bibir. Betapa tidak, tablet ini justru lahir dari kesatuan militer yang berasal dari Pakistan, sebuah negara yang kerap diwarnai konflik dengan negara tetangganya, India. Tak cukup dengan tiga fitur utama di atas, PACPAD menawarkan spesifikasi yang mentereng layaknya perangkat tablet produksi vendor-vendor ternama.
Ide awal pengembangan PACPAD datang ketika militer Pakistan sedang tidak bekerja membantu pertahanan. Seorang insinyur akhirnya merakit prototipe PACPAD generasi pertama di Kamra, sebelah utara Pakistan.
Saat ini, PACPAD telah dijual secara komersil dengan banderol harga 200 Dolar AS dan disertai dengan garansi selama satu tahun. Langkah ini kontan menuai polemik dari berbagai pihak baik dari dalam maupun luar Pakistan. Salah satu penentang keras proyek ini, Jehan Ara yang juga merupakan Ketua Asosiasi Software House Pakistan mengatakan bahwa militer seharusnya lebih memprioritaskan masalah keamanan negara khususnya di bidang perbatasan dan ruang udara. Akan tetapi, opini Ara ini dibantah oleh para pendukung militer dengan menyatakan bahwa PACPAD merupakan manifestasi teknologi yang harus diapresiasi karena dapat mengangkat harkat dan martabat Pakistan di mata internasional khususnya terkait dengan perseteruan abadi dengan negara tetangga, India.
Meskipun menimbulkan kontroversi, militer Pakistan telah memberikan sinyalemen tidak akan menghentikan proyek ini. Proyek pengembangan PACPAD generasi kedua pun terus digarap dengan serius dan diharapkan akan mengharumkan nama Pakistan terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Selengkapnya ...

Fragmentasi, Masalah Terbesar Pada Android


Google tentu saja berbangga diri akan sistem operasi mobile keluarannya yang tengah naik daun yakni Android. Betapa tidak, dengan jumlah aplikasi yang telah mencapai angka 500.000 aplikasi yang tersedia di android market, sistem operasi ini melejit menjadi sistem operasi mobileterbesar dan terpopuler kedua setelah iOS yang merupakan sistem operasi mobilekeluaran Apple. Tidak menutup kemungkinan angka ini terus bertambah seiring kian tumbuhnya minat para pengembang aplikasi untuk membangun aplikasi berbasis android.
Luasnya dukungan dari berbagai perangkat terhadap sistem operasi ini ditengarai menjadi salah satu kunci sukses android. Alih-alih mengusung eksklusifitas pemakaian seperti yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat keluaran Apple, android justru dengan ramah menggandeng para pabrikan perangkat mobile agar berbondong-bondong menyertakan dukungan terhadap sistem operasi tersebut. Mulai dari produsen besar seperti Samsung, Sony, dan LG hingga produsen-produsen medioker seperti HTC berbondong-bondong menggandeng android sebagai sistem operasi bagi perangkat mobile keluaran perusahaan-perusahaan tersebut. Tak heran tingkat pertumbuhannya terus melejit.
Akan tetapi, luasnya dukungan berbagai produk perangkat mobile juga menjadi bumerang tersendiri bagi sistem operasi ini. Betapa tidak, produk perangkat mobile yang mendukung android tidak memiliki keseragaman format standar mengenai tampilan yang disediakan oleh masing-masing perangkat tersebut. Belum lagi tingkat keragaman spesifikasi tiap-tiap perangkat android tersebut cukup tinggi. Permasalahan inilah yang seringkali disebut sebagai fragmentasi dan merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh android. Hal ini tidak terjadi pada perangkat-perangkat keluaran Apple sebab keseluruhan perangkat tersebut memiliki standar tampilan yang baku. Ini dapat dimaklumi karena keseluruhan perangkat yang mendukug iOS merupakan keluaran dari vendor tunggal yakni Apple sehingga Apple leluasan dalam menentukan standar tampilan yang pada akhirnya tidak memicu terjadinya fragmentasi pada iOS.
Fragmentasi menjadi momok menakutkan bagi para pengembang aplikasi karena para pengembang dituntut untuk membangun sebuah aplikasi yang konsisten dengan berbagai perangkat yang mendukung android. Perbedaan resolusi piksel serta ukuran layar yang disajikan oleh masing-masing perangkat mobile berpotensi memicu terjadinya inkonsistensi performa dari sebuah aplikasi android. Sebagai ilustrasi, suatu game android mungkin dapat berjalan dengan sangat baik pada perangkat keluaran Samsung tetapi justru tidak dapat berjalan secara optimal pada perangkat lain. Tak heran banyak ditemukan komplain di android market terkait dengan inkonsistensi kompatibilitas beberapa aplikasi android. Oleh karena itu, fragmentasi menjadi persoalan dan tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pengembang aplikasi android saat ini.
Meski demikian, aplikasi-aplikasi android tetap dapat dinikmati karena memiliki persentase kompatibilitas yang relatif tinggi meskipun belum ada jaminan mengenai kompatibilitas mutlak suatu aplikasi bagi seluruh perangkat berbasis android. Lembaga survey Localytics menyatakan bahwa sekitar 73% pengguna android menggunakan versi 2.3 (Gingerbread) sementara 23% pengguna lainnya menggunakan versi 2.2 (Froyo). Dengan menilik data ini, Localytics merekomendasikan para pengembang aplikasi untuk memfokuskan pengembangan hanya pada kedua versi tersebut sehingga permasalahan kompatibilitas yang terjadi akibat fragmentasi dapat diminimalisir
Selengkapnya ...

Ubuntu Untuk Android


Bagi para penggemar salah satu distro Linux, Ubuntu, berbahagialah. Kini para penggemar dan pengguna Ubuntu dapat ‘mencicipi’ Ubuntu pada perangkat Android mereka.
Canonical, perusahaan yang mengembangkan distro Ubuntu, secara resmi memperkenalkan sebuah inovasi yang diberi nama “Ubuntu For Android”, pada Selasa (21/2). Inovasi ini berupa aplikasi yang dirancang khusus demi menghadirkan lingkungan dari distro Linux tersebut ke dalam smartphone berbasis Android. Pengguna cukup memasang smartphone Android ke sebuah dock yang terhubung pada monitor untuk bisa menampilkan tampilan desktop Ubuntu sepenuhnya.
Namun demikian, Ubuntu For Android hanyalah sebuah aplikasi yang lebih bersifat sebagaiadd-on. Sehingga distro Ubuntu tidak serta merta terinstal dalam smartphone Android. Meskipun begitu, karena Ubuntu dan Android sama-sama menggunakan kernel Linux, pengguna Ubuntu For Android dapat melakukan pertukaran data seperti daftar kontak, foto, dan bahkan koneksi jaringan antara kedua sistem tersebut.
Tak hanya pertukaran data, Canonical pun kini tengah mengembangkan kemampuan sinkronisasi antara kedua sistem tersebut. Dengan demikian, ketika pengguna tengah mengerjakan sebuah email di Ubuntu saat smartphone masih terhubung dengan dock, pengerjaan email tersebut dapat diteruskan melalui sistem Android dengan cara mencabut perangkat Android tersebut dari dock.
Ubuntu For Android diklaim dapat berjalan pada perangkat Android manapun sepanjang perangkat tersebut memiliki prosesor dual core, RAM 512 MB, serta tersedianya dukungan HDMI dan USB.
Founder Canonical, Mark Shuttleworth, melalui blog resmi Ubuntu menyatakan bahwa kini pengguna produk ini dapat mengakses OS Ubuntu beserta aplikasi populer yang merupakan bawaan Ubuntu For Android seperti aplikasi office, multimedia, web browsing, dan juga email. Ubuntu For Android juga mampu menggunakan kemampuan konektivitas layaknyasmartphone Android, termasuk kontektivitas 3G dan 4G. Lagi-lagi keunggulan ini disebabkan kesamaan kernel yang digunakan Android dan Ubuntu yakni Linux.
Belum ada tanggal pasti kapan aplikasi ini akan dirilis. Namun pihak Canonical melalui blog resminya mengestimasikan rilis aplikasi ini pada akhir 2012.
Selengkapnya ...

Unik

Desain Blog Oleh VungTauZ.Com