
Kelompok hacker misterius, Anonymous, benar-benar serius dengan ultimatumnya untuk meretas sejumlah situs resmi milik berbagai institusi serta akun email orang-orang penting. Setelah mengklaim telah membajak email Presiden Suriah, Bashar Al-Assad pada pekan lalu, kini mereka beraksi kembali dengan melakukan ‘invasi’ terhadap situs resmi dinas intelijen ternama Amerika Serikat, CIA. Gara-gara ulah kelompok peretas ini, situs CIA tidak dapat diakses untuk beberapa saat.
Peristiwa ini diumumkan oleh Anonymous melalui akun twitter mereka. Mereka mengaku bertanggung jawab atas kelumpuhan situs milik dinas intelijen prestisius tersebut. Situs yang beralamat www.cia.gov ini akhirnya tidak bisa diakses untuk beberapa waktu hanya sesaat setelah kelompok tersebut mempublikasikan klaim mereka. Uniknya, ultimatum tersebut disampaikan dengan menggunakan kode yang lazim digunakan oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pada akun twitter tersebut, Anonymous menulis, “CIA Tango Down”. Tango Down sendiri adalah kode yang lazim digunakan oleh pasukan khusus Amerika Serikat ketika mereka berhasil mengalahkan musuh.
Akibat yang ditimbulkan oleh aksi militant kelompok ini tidak main-main. Selama leih dari dua jam, situs CIA tersebut tidak dapat diakses. Menanggapi peristiwa ini, juru bicara CIA, Jennifer Youngblood, menyatakan bahwa mereka memberi perhatian dan kewaspadaan serius pada masalah tersebut dan tengah melakukan upaya konkret untuk membereskannya.
Seperti dilansir UberGizmo, penyerangan terhadap situs ini merupakan bagian dari rangkaian penyerangan yang direncanakan oleh Anonymous sebagai reaksi atas fenomena SOPA-PIPA yang dicetuskan oleh kongres Amerika Serikat khususnya terkait dengan penutupan situs berbagi Megaupload beberapa waktu lalu.
Penyerangan terhadap situs CIA ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, kelompok peretas yang juga berafiliasi dengan Anonymous, Luiz Security, telah berhasil pula meretas situs yang sama pada Juni tahun lalu dengan motif yang berbeda. Hal ini menimbulkan keraguan dan pertanyaan besar yang dialamatkan kepada keamanan sistem dari dinas intelijen sekaliber CIA. Serangkaian penyerangan ini pun menunjukkan bahwa Anonymous tidak main-main dengan ancamannya. Tak hanya CIA yang menjadi korban, situs milik Department of Homeland Security Amerika Serikat serta biro intelijen FBI pun turut melengkapi portofolio Anonymous sebagai korban-korban penyerangan kelompok ini
